Perbedaan antara Haji dan Umroh

10 Perbedaan antara Haji dan Umroh

Rukun Islam yang ke-5 adalah melaksanakan ibadah Haji ke Baitullah di Mekah bagi mereka yang mampu. Selain ibadah Haji, setiap muslim juga dapat melaksanakan ibadah Umroh.

1. Waktu Pelaksanaan

Yang pertama, perbedaan haji dan umroh adalah perbedaan dari segi waktu pelaksanaannya.

Ibadah Haji hanya bisa dilakukan pada tanggal 9, 10, 11, 12, dan 13 pada bulan Dzulhijah, sedangkan ibadah Umroh bisa dilakukan kapan pun, selama syarat-syaratnya terpenuhi.

2. Lafadz Ihram

Yang kedua, hal yang membedakan antara haji dengan umroh adalah lafadz Ihram nya.

Baik ibadah Haji ataupun ibadah Umroh, keduanya sama-sama diawali dengan ber IhramIhram adalah suatu kondisi dimana seseorang sudah berniat haji atau umroh.

Ihram harus dilakukan dengan tata cara dan aturan tertentu. Salah satunya adalah dengan mengucapkan lafadz ihram.

Lafadz Ihram pada ibadah haji adalah ucapan,  ‘Labbaikkallaahhumma hajjan‘ yang artinya ‘Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji‘.

Lafadz ihram pada ibadah umroh adalah ucapan, ‘Labbaikallaahumma umrotan‘, yang artinya ‘Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh’.

3. Rukun Haji dan Umroh

Yang ketiga, yang membedakan haji dan umroh adalah dari segi rukun dan wajib nya. Perbedaan rukun haji dan umroh adalah sebagai berikut :

Rukun haji ada 6 (enam):

  1. Ihram (niat)
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thawaf ifadah
  4. Sa’i
  5. Tahalul (bercukur)
  6. dan Tertib

Wajib haji ada 6 (enam):

  1. Ihram haji dari mīqāt
  2. Mabit di Muzdalifah
  3. Mabit di Mina
  4. Melontar Jamrah
  5. Menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan berihram.
  6. Thawaf wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah.

Rukun Umroh ada 5 (lima) :

  • Ihram (niat)
  • Thawaf ifadah
  • Sa’i
  • Tahalul (bercukur)
  • dan Tertib.

Wajib Umroh ada 2 (dua) :

  • Ihram Umroh dari Miqat,
  • dan menjauhkan diri dari hal yang dilarang selama ihram.

Jika jamaah tidak melaksanakan salah satu rukun, maka ibadahnya menjadi tidak sah. Jika jamaah meninggalkan salah satu wajib, maka ibadahnya tetap sah, akan tetapi wajib membayar dam (denda).

4. Lokasi Ibadah Haji dan Umroh

Yang keempat, perbedaan antara haji dan umroh adalah lokasi ibadahnya. Ibadah Haji dilakukan di beberapa tempat yang berbeda. Diantaranya adalah Muzdalifah, Masjidil Haram, bukit Arafah, dan Mina.

Sedangkan ibadah Umroh hanya dilakukan di satu tempat, yakni di Masjidil Haram dan sekitarnya.

5. Wukuf di Arafah

Yang kelima, perbedaan ibadah haji dengan umroh adalah ada tidaknya wukuf di Arafah. Dalam ibadah Haji ada wukuf di Arafah, sedangkan dalam ibadah Umroh tidak ada wukuf di arafah.

Wukuf di Arafah adalah inti dari ibadah Haji. Wukuf berasal dari kata Waqafa, yang artinya ‘berhenti‘. Setiap jamaah haji berhenti. Berhenti meninggalkan segala aktivitas walaupun sejenak, untuk melakukan istighfar, berdzikir dan berdoa.

6. Lama Pelaksanaan Ibadah

Yang keenam, perbedaan ibadah haji dan umroh adalah pada lamanya waktu pelaksanaan ibadah. Haji dilakukan selama 6 hari, yakni mulai tanggal 8 Dzulhijah s.d 13 Dzulhijah.

Sedangkan ibadah Umroh hanya dilakukan dalam beberapa jam saja, yakni untuk melakukan niat (ihram), tawaf, sa’i, dan tahalul.

7. Jumlah Tahalul

Yang ketujuhperbedaan antara haji dan umroh adalah pada jumlah Tahalul nyaPada ibadah Haji, dikenal ada 2 (dua) jenis tahalul, yakni tahalul awwal (pertama) dan tahalul tsani (kedua). Sedangkan pada ibadah umroh, hanya terdapat 1 (satu) kali tahalul.

Tahalul artinya ‘menjadi halal‘. Ketika jamaah telah ber ihram, mereka tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang selama ihramTahalul adalah suatu kondisi dimana jamaah Haji sudah terlepas dari larangan-larangan tersebut.

Larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh jamaah haji selama Ihram adalah sbb :

  • Bagi laki-laki dilarang menggunakan pakaian berjahit.
  • Bagi laki-laki dilarang menggunakan penutup kepala.
  • Larangan bagi perempuan untuk menutup
    muka dan telapak tangganya.
  • Di saat ihram bagi laki-laki maupun perempuan wangi-wangian untuk badan maupun pakaian, boleh memakainya sebelum ihram.
  • Dilarang menikah, menikahkan, ataupun menjadi wali nikah. Tidak boleh ada proses pernikahan.
  • Dilarang ber jimak (hubungan suami istri)

Jika jamaah haji memilih melakukan tahalul awwal (pertama), maka larangan-larangan di atas sudah tidak berlaku lagi, kecuali ber jimak.

Ber jimak (hubungan suami istri) hanya boleh dilakukan setelah tahalul tsani (kedua).

8. Ibadah di luar Ihram

Yang kedelapan, yang termasuk perbedaan umroh dan haji adalah terletak pada adanya ibadah yang bisa dilakukan di luar Ihram. Dalam ibadah Haji, jika jamaah memilih melakukan tahalul awwal (pertama), maka tawaf ifadah dan sa’i nya bisa dilakukan di luar kondisi Ihram.

Sedangkan dalam ibadah Umroh, semua ibadah dilakukan dalam kondisi ihram.

9. Haji dan Umroh Nabi Muhammad

Yang kesembilan, hal yang membedakan antara haji dan umroh adalah sejarahnya.

Pada masa hidupnya, nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Salam hanya melaksanakannya ibadah Haji sebanyak satu kali saja, yakni pada saat Haji Wada atau haji terakhir.

Sedangkan ibadah umroh, Beliau melaksanakannya sebanyak 4 (empat) kali. Umroh di bulan Dzulqa’dah, Umroh Hudaibiyah, Umroh bersamaan dengan Haji, dan umroh Ji’ronah ketika membagi harta rampasan perang Hunain.

10. Biaya Haji dan Umroh

Perbedaan yang kesepuluh adalah dari aspek jumlah biaya yang dibutuhkan. Pada tahun 2023, biaya Haji resmi dari pemerintah Indonesia adalah 49,8 juta rupiah per orang nya. Sedangkan biaya umroh hanya berkisar 30 juta per orangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login